Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Masih Susah Pesan Hotel melalui Layanan Mobile

Written By bopuluh on Sabtu, 16 Maret 2013 | 22.05

JAKARTA, KOMPAS.com - Akomodasi di Asia dipandang tidak mampu memenuhi harapan wisatawan dalam layanan mobile. Hal tersebut berdasarkan TripBarometer, sebuah survei yang dilakukan situs perjalanan Tripadvisor.

Sebesar 79 persen dari wisatawan Asia merasa bahwa bisa melakukan pemesanan melalui perangkat mobile menguntungkan bagi mereka. Hal yang sama juga berlaku untuk tiga perempat akomodasi di Asia, sekitar 74 persen yang merasa penting untuk memungkinkan tamu memesan akomodasi melalui perangkat mobile.

Namun, walaupun kemampuan untuk melakukan pemesanan secara online dan permintaan pelanggan akan hal ini tinggi dan dianggap penting, hanya 29 persen dari properti di Asia yang berhubungan dengan tamu melalui perangkat mobile.

Dari mereka yang berhubungan dengan wisatawan melalui perangkat mobile, 67 persen memungkinkan tamu mereka untuk melakukan pemesanan kamar melalui perangkat mobile. Sementara 39 persen memiliki situs web mobile dan 25 persen memiliki penawaran spesial untuk pengguna perangkat mobile.

"Dengan pelanggan yang beralih ke saluran online pada setiap tahap perencanaan perjalanan mereka, kami mendapati adanya peningkatan dalam pemesanan langsung melalui situs web hotel kami," kata Senior Vice President Pan Pacific Hotels Group, Kevin Croley, seperti termuat dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

"Karena pelanggan kini menghabiskan waktu lebih banyak dengan ponsel dibandingkan sebelumnya, wisatawan menunjukkan keinginan untuk melakukan transaksi melalui perangkat mobile mereka," tambah Kevin.

Sementara itu, menurut President TripAdvisor for Business, Christine Petersen, TripBarometer membantu penyedia akomodasi dalam hal melakukan lebih banyak untuk memenuhi harapan tamu.

"Dengan wisatawan memilih channel digital untuk meneliti dan merencanakan perjalanan, promosi tradisional lewat mulut atau word of mouth telah diperkuat dan pemesanan online telah jadi norma diseluruh dunia," tutur Christine.

Menurutnya, langkah logis selanjutnya adalah layanan mobile, terutama setelah memperhatikan bahwa wisatawan di beberapa pasar berkembang melewati desktop dan online untuk pertama kalinya dengan perangkat mobile.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel


22.05 | 0 komentar | Read More

Madrid Takkan Lepas Liga BBVA

MADRID, KOMPAS.com - Asisten Pelatih Real Madrid Aitor Karanka yakin timnya masih bertarung di Liga BBVA, meski juga masih melaju di arena Liga Champions dan Copa del Rey.

Setelah menang 5-2 atas Real Mallorca, Sabtu (16/3/2013), Los Blancos berada 10 poin di belakang Barcelona.

"Saya pikir kami masih bertarung untuk posisi kedua. Sekarang, kami berkonsentrasi untuk tempat kedua," tutur Karanka yang dilansir AS.

"Kami tahu dengan kesalahan yang telah terjadi, tetapi kami juga paham dengan para pemain yang kami miliki. Itulah gunanya sebuah skuad. Kami memilih tim utama untuk memenangi setiap pertandingan," tambah pria berusia 39 tahun itu.

Kesalahan yang terjadi pada babak pertama, masih dari Karanka, dikoreksi saat jelang jeda. "Kalau segalanya tak berjalan seperti ketika melawan Deportivo (La Coruna) atau hari ini, yang penting kami mengubah dinamika dalam setiap pertandingan," katanya.

Karanka juga menyanjung penampilan Higuain yang memborong dua gol El Real dalam laga itu. "Higuain telah bekerja keras saat melawan Celta (Vigo), tetapi ia gagal mencetak gol. Hari ini, ia membukukan gol dan itu memberikannya kepercayaan diri. Itu bagus," ungkap Karanka.

"Aku sangat gembira. Mallorca tengah tampil dalam form bagus dan sempat dua kali memimpin, tetapi kami bangkit dan menunjukkan permainan sejati yang mampu kami mainkan," timpal Higuain.

Bomber Argentina itu juga mengomentari umpan matangnta terhadap rekan striker dari Perancis, Karim Benzema. "Ia dalam posisi yang lebih baik. Kompetisi dengan Benzema itu bagus untuk tim," tegasnya.

Soal posisi kedua yang dibidik Madrid pada Liga BBVA musim ini?

"Target kami menekan Barcelona dan tak akan membuat mereka bersantai walau hanya untuk sedetik. Perjalanan masih panjang. Kami akan akan bertarung hingga saat paling terakhir," tutur Higuain.


22.05 | 0 komentar | Read More

Hak Suara Dicabut, 18 Pengprov Ancam Lapor ke CAS

KOMPAS.com/OKKY HERMAN DILAGA

Kericuhan di luar Ruang Banda B, Hotel Borobudur, Jakarta, di mana Kongres Luar Biasa PSSI tengah berlangsung. Sebanyak 18 pengprov memaksa memasuki ruang sidang karena merasa punya hak suara dalam KLB PSSI, Minggu (17/4/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan 18 Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI akan mengadukan ke Pengadilan Arbitrase Olah Raga (CAS) setelah hak suara mereka dicabut sebagai pemilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang digelar di Hotel Borobudur, Minggu (17/3/2013).

"Kami Pengprov yang sah. Kami dilantik oleh Djohar Arifin (Ketua Umum PSSI). Kenapa kami yang sah tidak boleh masuk? Jika sampai tidak boleh masuk juga, kami akan adukan masalah ini ke CAS," jelas Andi Darwis selaku Kabiro Hukum PSSI Jawa Barat, kepada wartawan.

Sebagaimana diberitakan, perwakilan ke-18 Pengprov berusaha memaksa masuk ke dalam arena kongres. Mereka berteriak-teriak meminta Djohar keluar. Sempat juga terjadi aksi dorong dengan pihak keamanan karena mereka mencoba menerobos masuk ke dalam ruang kongres. Namun, insiden di luar Ruang Banda B, tempat kongres berlangsung itu, tak mengganggu jalannya kongres.

Kongres diikuti 100 voters yang telah diputuskan Djohar. Rencananya kongres akan berlangsung hingga pukul 17.50 WIB. Polemik perihal peserta itu mencuat setelah Djohar memutuskan untuk mengundang 100 peserta KLB seperti tertuang dalam surat keputusan No. SEKP/32/JAH/III/2013 tentang voters KLB PSSI tertanggal 8 Maret 2013.

Namun, keputusan ini tidak masuk logika karena mereka sudah dilantik oleh Djohar. Mereka menilai SK tersebut bertentangan dengan amanat FIFA yang menyebutkan peserta KLB adalah lembaga atau institusi, bukan perorangan.


22.05 | 0 komentar | Read More

Akhir Kekerasan terhadap Perempuan!

Written By bopuluh on Jumat, 15 Maret 2013 | 22.05

Akhir Kekerasan terhadap Perempuan!

Penulis : Josephus Primus | Sabtu, 16 Maret 2013 | 11:36 WIB

KOMPAS.com - Konferensi internasional dua pekan tentang perempuan menuai hasil positif. Salah satunya adalah seruan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

Lantaran itulah, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, dalam pernyataannya kemarin, sebagaimana warta AP menyampaikan apresiasinya. "Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menyambut baik Sidang Ke-57 Komisi mengenai Status Perempuan (CSW) dan kesepakatan yang dicapai mengenai pencegahan dan penghapusan semua bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan," kata Ban di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan di Markas PBB oleh juru bicaranya.
    
CSW, yang didirikan pada Juni 1946, adalah komisi fungsional Dewan Sosial dan Ekonomi PBB (ECOSOC). CSW adalah badan utama pembuat kebijakan global yang didedikasikan secara khusus pada kesetaraan gender dan upaya memajukan perempuan.
    
Setiap tahun, wakil dari anggota CSE berkumpul di Markas PBB di New York untuk mengevaluasi kemajuan pada kesetaraan gender, mengidentifikasi tantangan, menetapkan standard global dan merumuskan kebijakan nyata guna mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di seluruh dunia.
    
"Kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran keji hak asasi manusia, ancaman global, ancaman kesehatan masyarakat dan kebiadaban moral," kata Ban di dalam pernyataannya.
    
"Sekretaris jenderal berharap semua mitra yang datang bersama dalam sidang bersejarah ini dan yang lain dari seluruh dunia sekarang akan menerjemahkan kesepakatan ini menjadi tindakan nyata guna mencegah dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan," tambah pernyataan tersebut.
    
Sistem PBB sepenuhnya terikat komitmen pada upaya utama global itu, kata Ban.


22.05 | 0 komentar | Read More

Monster Siap Takulkkan \"Pikes Peak\" dengan Toyota 86

Fukushima, KompasOtomotif - Legenda adu kecepatan tanjak bukit Pike's Peak, Nobuhiro "Monster" Tajima, kembali tampil dengan merek baru. Lepas dari jok Suzuki, pegiat motorsport berusia 62 tahun itu membesut Toyota 86. Sayangnya, hingga kini belum ada update dari situs timnya, Monster Sports, mengenai spesifikasi dari tunggangan baru itu. Walau demikian, jelas bahwa sponsornya masihlah produk fotografi GoPro, seperti juga pada balapan lalu saat ia mengendarai Suzuki "Monster" SX4.

Predikatnya sebagai "Monster" pun terasa kurang greget jika Toyota 86-nya tidak dioprek. Hasilnya, sedan sport dua pintu tersebut beralih wujud menjadi "Super Toyota 86". Posisi duduknya terlihat masih di tengah atau memusat, seperti pada mobil-mobil Tajima pada ajang-ajang Pike's Peak sebelumnya.

Yang khas juga pada urusan perampingan bodi sehingga Super-Toyota 86 ini jadi kurus untuk mendukung efisiensi gerak. Lainnya adalah sayap besar di belakang untuk memaksimalkan daya tekan ke bawah agar ban lebih menjejak ke lintasan, yang digerakkan oleh tenaga besar dari mesin khas balapan catatan waktu menanjak bukit ini. Sementara itu, identitas paling kental dari Toyota 86 hanya bertahan di bagian lampu depan ala mata ular dan logo Toyota di antaranya.

Sebenarnya agak janggal melihat Tajima berada di kokpit Toyota. Pasalnya, mantan pereli WRC yang pada 1981 ikut dalam Lombard RAC Rally ini lebih akrab dengan merek Suzuki dan sudah lama bercokol plus mengembangkannya. Momen-momen terbesarnya antara lain ketika ia mengendarai Suzuki Escudo V6 warna merah bermesin ganda dengan bodi super-gambot nan kekar pada 1995.

Tajima mulai menjajal Super-Toyota 86 hitam berpelek 20 inci ini pada awal Maret 2013 di suatu tempat di Prefektur Fukushima, Jepang. Walau belum ada bocoran soal isi jeroannya, suara mesin yang "krotok-krotok" saat diam saja sudah lumayan bikin minder. (Dimas Wahyu)


22.05 | 0 komentar | Read More

Fadli Zon: Gulingkan Pemerintahan Lucu...

Fadli Zon: Gulingkan Pemerintahan? Lucu...

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, menilai tidak ada upaya untuk menggulingkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Menurut Fadli, saat ini tidak ada keadaan yang membuat posisi pemerintahan terancam.

"Siapa sih yang mau menggulingkan pemerintah? Jangan-jangan itu isu yang dibangun sendiri. Yang saya tahu semua berjalan normal," kata Fadli di Jakarta, Sabtu (16/3/2013 ).

Fadli mengatakan, Partai Gerindra maupun partai lainnya pasti ingin agar pemerintahan selesai di akhir masa jabatan pada 2014 . Bahkan, Fadli mengaku pihaknya ingin pemerintahan sukses supaya rakyat yang menikmati hasil pembangunan.

Dengan munculnya isu adanya upaya penggulingan pemerintah, kata Fadli, malah membuat resah masyarakat. "Isu itu berlebihan. Lucu juga lama-lama," ucapnya.

Ketika ditanya apakah ada pembicaraan antara Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden SBY soal adanya gerakan menggulikan pemerintahan, Fadli mengaku tidak ada. Saat itu, Fadli ikut mendampingi Prabowo bertemu SBY di Kantor Presiden.

Selain mengundang Prabowo, Presiden juga mengundang tujuh jenderal purnawirawan TNI Angkatan Darat. Mereka adalah Letnan Jenderal (Purn) Luhut Binsar, Jenderal (Purn) Subagyo HS, Jenderal (Purn) Fachrul Razi, Letjen (Purn) Agus Widjojo, Letjen (Purn) Johny Josephus Lumintang, Letjen (Purn) Sumardi, dan Letjen (Purn) TNI Suaidi Marasabessy. Dalam penjelasan seusai pertemuan, mereka mengaku menerima informasi adanya upaya agar pemerintahan SBY-Boediono tidak berjalan hingga di akhir masa jabatan di 2014 . Menurut mereka, tidak pantas jika ada pemikiran inkontitusional untuk menjatuhkan pemerintahan.

"Itu adalah pemikiran segilintir manusia yang menurut saya tidak pantas. Kami mendengar itu, kami merespon dengan keras bahwa itu pikiran yang tidak wajar. Tidak ada alasan satu pun yang kuat untuk itu bisa dilaksanakan," kata Luhut.

Selain itu, Presiden juga mengundang Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) yang terdiri dari 13 organisasi kemasyarakatan Islam. Di hadapan Presiden SBY, mereka mengaku akan berada di belakang Presiden hingga 2014 .

Editor :

Egidius Patnistik


22.05 | 0 komentar | Read More

Xi Jinping "Terpilih" Jadi Presiden Baru China

Written By bopuluh on Rabu, 13 Maret 2013 | 22.05

BEIJING, KOMPAS.com - Xi Jinping, Kamis (14/3), menjadi presiden baru China setelah sebuah pemungutan suara dalam pertemuan parlemen di Beijing.

"Sekarang saya mengumumkan rekan Xi Jinping terpilih sebagai presiden Republik Rakyat China," kata Liu Yunshan, seorang pejabat tinggi Partai Komunis China yang berkuasa, yang memimpin sidang pemilihan di Kongres Rakyat Nasional (KRN).

Empat bulan lalu Xi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis. Jabatan sebagai sekjen partai itu lazimnya merupakan anak tangga terakhir menuju kursi kepresidenan di negara dengan populasi terpadat di dunia itu. Xi menggantikan Hu Jintao setelah pemungutan suara formal yang diikuti sekitar 3.000 perwakilan di KRN

Li Keqiang akan menjadi perdana menteri, menggantikan Wen Jiabao yang mundur sebagai bagian dari perubahan kepemimpinan. Perubahan kepemimpinan itu mencakup perubahan jumlah anggota Komite Tetap Politbiro yang secara tradisional sembilan menjadi tinggal tujuh orang.

Saat membuka KRN pekan lalu, Wen mendesak para delegasi untuk "bersatu dan bekerja keras demi menyelesaikan pembangunan masyarakat yang sejahtera dalam segala hal dan mencapai reformasi besar bangsa China," demikian menurut laporan kantor berita yang dikelola negara, Xinhua.

Sejak kongres itu diselenggarakan pada 5 Maret, ribuan pejabat China telah mengadakan serangkaian pertemuan untuk membahas struktur departemen negara dan target di masa depan. Pada hari pertama, Wen mengumumkan negara itu ingin mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi 7,5 persen tahun ini. Sejumlah upaya akan dilakukan untuk menjaga inflasi harga barang konsumen sekitar 3,5 persen. Sembilan juta lapangan kerja baru akan diciptakan dengan tujuan untuk menjaga tingkat pengangguran di perkotaan di tidak lebih dari 4,6 persen.

Dalam KRN itu, diumumkan bahwa Beijing akan memperkuat kekuasan Badan Pengobatan dan Pangan Negara di tengah kekhawatiran kesehatan yang meluas atas keselamatan makanan, seperti susu yang tercemar dan skandal susu bayi, lapor Xinhua. Masalah kualitas air juga menjadi jelas selama kongres, menyusul ditemukannya hampir 6.000 bangkai babi di sungai Shanghai. Hal itu meningkatkan kekhawatiran warga lokal tentang keamanan air minum di kota itu.

Editor :

Egidius Patnistik


22.05 | 0 komentar | Read More

Kesenjangan Upah Sopir Transjakarta Sulit Ditampik

Kesenjangan Upah Sopir Transjakarta Sulit Ditampik

Penulis : Indra Akuntono | Kamis, 14 Maret 2013 | 11:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Muhammad Akbar mengaku sulit menampik adanya kesenjangan upah antar-sopir bus transjakarta. Pasalnya, masing-masing sopir telah terikat kontrak kerja dengan operator yang berbeda-beda.

Akbar menjelaskan, sejak 2011 transjakarta mengubah struktur pembiayaan operasional bisnis untuk kontrak baru. Dalam kontrak baru tersebut, para sopir (pramudi) bus tranjakarta, khususnya di koridor I, XI dan XII berhak atas gaji sebesar 3,5 kali upah minimum provinsi (UMP).

"Artinya, untuk kontrak baru gajinya minimal Rp 7,7 juta dan kontrak lama masih satu kali UMP," kata Akbar, di Balaikota Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Di seluruh koridor busway yang jumlahnya mencapai XII, kata Akbar, ada sembilan operator yang terlibat di dalamnya. Untuk itu, menjadi sulit bila harus menyamakan upah yang diberikan untuk para sopir, terlebih ada kontrak yang telah mengikat. Dari sembilan operator itu, baru dua operator, yakni Bianglala dan Damri di koridor I (bus baru), XI, dan XII yang meberikan upah sebesar Rp 7,7 juta. Sementara tujuh operator lainnya masih memberikan upah sesuai dengan kontrak lama.

"Saya enggak punya dasar hukum untuk ubah kontrak yang sedang berjalan. Ini agak sulit. Saya coba beri pemahaman, dasarnya kan kontrak, ya sudah harus terima," ujar Akbar.

Perbedaan upah itu memicu sejumlah sopir bus transjakarta berunjuk rasa menuntut upah yang sama. Unjuk rasa itu dilakukan beberapa sopir koridor I (Blok M-Kota) yang masih terikat kontrak lama dan mengoperasikan bus lama.

Berita terkait, baca :

TRANSJAKARTA MEMPRIHATINKAN

Editor :

Hertanto Soebijoto


22.05 | 0 komentar | Read More

Kementerian Perdagangan Fokus Pada Surplus Nonmigas

Perdagangan

Kementerian Perdagangan Fokus Pada Surplus Nonmigas

Penulis : Eny Prihtiyani | Kamis, 14 Maret 2013 | 11:48 WIB

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Gita Wirjawan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan pada tahun ini fokus untuk memacu surplus nonmigas. Mereka tidak lagi berharap pada surplus migas, karena banyak faktor yang mempengaruhi neraca migas, yang berada diluar kontrol Kementerian Perdagangan.

"Kami hanya fokus pada surplus nonmigas saja pada tahun ini. Kalau migas bisa surplus juga, ya Alhamdulillah. Banyak faktor diluar kontrol kami, yang membuat kami kesulitan untuk mengejar surplus di migas," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dalam acara rapat kerja tahunan Kementerian Perdagangan, di Jakarta, Kamis (14/3/2013).

Menurut Gita, dengan memperhatikan perkembangan ekonomi dunia, dengan kencederungan ekonomi melambat dan harga komoditas menurun, maka ketergantungan terhadap harga dunia harus dis ikapi dengan kebijakan yang tepat. Hal itu terjadi, mengingat Indonesia sebagai penghasil utama dunia beberapa komoditas seperti lada, karet, kopi, dan kelapa sawit.


22.05 | 0 komentar | Read More

Dalam Tiga Bulan, 43 Orang Gila Ditertibkan

Written By bopuluh on Selasa, 12 Maret 2013 | 22.05

Dalam Tiga Bulan, 43 Orang Gila Ditertibkan

Penulis : Alsadad Rudi | Rabu, 13 Maret 2013 | 11:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam tiga bulan pertama di tahun 2013, Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan telah menertibkan 43 orang gila yang berada di sejumlah wilayah di Jakarta Selatan. Menurut Miftahul Huda, Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, para orang gila yang telah ditertibkan kebanyakan mengidap penyakit schizophrenia yang berpotensi dapat dialami oleh semua orang.

Itulah sebabnya para orang gila yang yang ditangkap berasal dari berbagai latar belakang status dan pekerjaan yang berbeda. Tidak dapat mengatasi permasalahan hidup seperti dalam hal ekonomi, keluarga dan kerjaan menjadi faktor utama penyebab gangguan jiwa yang mereka alami.

"Kebanyakan yang berpendidikan rendah itu sangat rentan, karena mereka pikirannya pendek," kata Miftahul, Rabu (13/3/2013).

Miftahul menerangkan, Suku Dinas Sosial Jaksel melakukan razia dan penertiban setiap hari di sejumlah jalan-jalan protokol dan di kampung-kampung. Tujuan penertiban agar para orang gila diberikan pengobatan baik psikis maupun fisik. Sejumlah rumah sakit jiwa dan panti sosial telah ditunjuk untuk penanganan orang gila seperti di RSJ Duren Sawit dan panti sosial Bina Laras Harapan Sentosa.

"Kami akan bawa ke rumah sakit kejiwaan karena disana ada Dokter yang akan mengobati," ujarnya.

Miftahul menghimbau jika ada masyarakat yang mengenal orang gila di lingkungan sekitarnya maka dapat menghubungi segera pihak terkait dan pihak Suku Dinas Sosial Jaksel siap menanganinya langsung. Untuk diketahui, selama tahun 2012 Suku Dinas Sosial Jaksel menertibkan 107 orang gila.

Editor :

Hertanto Soebijoto


22.05 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger